ini postingan pertama saya setelah masuk SMA, termasuk patah hati pertama ;')




Taukah apa makna ‘sesak’ sebenarnya?
Bukan karena penyakit, ini berbeda dan terlalu rumit untuk dijelaskan secara medis
Kamu nggak akan pernah tau sampai kamu merasakannya.
Iya, kamu harus merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta terlebih dahulu.
Bukan, ini bukan jatuh cinta yang seperti biasa.
Jika dalam kisah cinta lain, setiap uluran tangan akan berbalas
Tapi yang kamu rasakan tidak

Selanjutnya, kamu akan merasakan perasaan yang persis aku rasakan saat ini

Rasanya sakit,
Saat aku tau kalau ada yang nggak beres sama hatiku
Tapi aku nggak bisa berbuat banyak
Saat aku ngerasa hatiku penuh muatan emosi dan ingin meledak
Tapi sebisa mungkin aku harus nahan itu
Buat apa?
Cuma buat nahan orang yang aku sayang berada di dekatku lebih lama
Aku tau persis sakitnya liat kamu yang aku sayang deket sama cewek lain
Tapi aku nggak bisa apa-apa!
Nangis cuma bikin aku makin keliatan bodoh di depan kamu
Tapi senyum sama aja ngerobek luka yang ada
Lalu aku milih diam
Disinilah letak salahnya
Kenapa diam?
Justru diam itu menyakitkan!
Diam cuma bikin rasa sakit itu bertumpuk, sampai akhirnya menyesakkan dada!

Kamu bikin aku pengen teriak sekeras-kerasnya!
Di depan kamu kalo perlu
Biar kamu tau sesaknya sayang sama kamu!
Biar kamu nggak seenaknya ngehancurin benteng pertahananku!

Selama ini aku coba menghindar
Tapi kamu yang innocent malah datang seenaknya
Tersenyum, lalu bikin aku lupa kalau aku lagi jaga jarak sama kamu
Sejenak, kamu bikin aku lupa tentang rasa sakit itu
Senyum kamu.... mirip morfin!
Tapi begitu efeknya hilang, aku bakal kesakitan lagi

Sebenarnya aku bukan termasuk orang yang mudah peka dalam hal perasaan
Ini jadi jauh berbeda sejak kamu datang
Senyummu, tatapanmu, tawamu, dan percakapan kita
Ada yang hal yang nggak biasa di sana
Dan anehnya, aku sadar akan hal itu
Sayangnya, lagi-lagi logika kembali mengalahkan hati
Dia berusaha meyakinkanku kalau aku tak pantas buatmu
Pada akhirnya aku menyerah!

Aku berusaha sebisaku untuk diam
Menganggap seolah-olah kamu nggak ada
Atau memperlakukan kamu sama seperti yang lain
Tapi nyatanya, diammu malah membuatku aneh
Iya, serba salah
Dari situ aku menyadari sesuatu
Aku nggak terbiasa tanpa kamu
Aku nggak terbiasa jalani hari-hari tanpa ada sapamu di selanya
Tanpa ada percakapan kecil, dan tawa

Suatu kali aku melihatmu jalan bersama dia
Aku coba tersenyum, tapi yang tampak malah air mata
maaf aku tak bisa setegar yang kamu bayangkan
Terima kasih sudah hadir, walau akhirnya aku yang harus pergi :’)

Komentar